• Mendaftar
    *
    *
    *
    *
    *
    Fields marked with an asterisk (*) are required.
You are here: Home Info Kegiatan Kisah Seekor Filsuf

Kisah Seekor Filsuf

Bagaimana jika seekor binatang jenis anjing dapat berfikir lalikya filsuf? Enzo, nama binatang ini, juga berkeinginan menjadi manusia  dan menjalani hidup layaknya manusia yang lain. Ia berfikir tentang dirinya, falsafah hidup, tentang manusia di sekelilingnya, tentang segala sesuatu yang menyangkut kehidupan.

Dalam ajang Pesat Buku Jakarta 2009, bertempat di pangung utama, berlangsung bedah buku menarik yang bercerita tentang Enzo (4/7). Novel berjudul Enzo Novel tentang Seekor Filsuf. Novel karya Karya Garth Stein
yang diterbitkan oleh Penerbit Serambi Ilmu Semesta ini dalam waktu singkat telah memasuki cetak ulang kedua.

Violinist Mailaffaiyza, yang tampil sebagai salah satu pembicara menuturkan bahwa buku ini memiliki daya naratif yang luar biasa bagus. “Ceritanya luar biasa bagus, apalagi jika di filmkan. Dalam novel ini kita bisa belajar dari beberapa sisi baik seekor anjing, misalnya loyalitas.”

Selain itu, Mailaff mengakui, dalam buku ini banyak falsafah hidup dari seorang pembalap yang menadi tuan dari Enzo. “Dari dunia balap banyak yang bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” kata pemusik yang juga duta buku World Book Day tahun ini.

Anton Kurnia, Chief Editor Serambi Ilmu Semesta, mengatakan bahwa penerbitan buku ini merupakan upaya agar buku ini bisa dibaca pembaca indonesia tanpa mengalami kendala bahasa. Dalam waktu singkat buku ini sudah memasuki cetakan kedua. “Ini bukti bahwa Enzo mendapat sambutan positif dari pembaca di tanah air,” kata Anton.

Tak ada salahnya belajar kearifan dari seekor binatang. Bahkan jika ia seekor anjing sekalipun. Tapi ia bukan anjing biasa, ia yang bercita-cita menjadi manusia. Mailah belajar kearifan dari siapa saja. Termasuk dari Enzo, binatang yang bercita-cita menjadi manusia. Pembaca dapat mempelajari kehidupan dan falsafah hidup yang kaya dari buku ini.[]
Komentar (5)add comment
Classic Tall Ugg Boots
ditulis oleh Classic Tall Ugg Boots , September 26, 2009

"There seem to be fewer female players of 'Ugg Casuals in China. Here and in Europe and Australia/New Zealand people play with parents and even grandparents. Not in China. The older generation dislikes video games. People here play with brothers and sisters. But in China people don't have brothers and sisters for the most part, so friend relationships are very important. Classic Tall Ugg Boots .


classic tall
ditulis oleh classic tall , November 28, 2009

How soon will you update your tall ugg boots blog? I’m interested in reading Bailey Button Ugg Boots some more information on this issue.


ghd hair straightener
ditulis oleh ghd staighteners , May 11, 2010

This allows the product to hold heat constant throughout the plates while styling locks and provides a flatter,mbt shinier, even look. Instead of having to go over the same section of hair multiple times to achieve your desired look,mbt women Shoes you can have the ability of going over it once.ghd hair straighteners Products that control heat are very beneficial for those with kinky, frizzy hair.mbt women's It is also an excellent feature for those on the go because it will reduce styling time.



...
ditulis oleh chi hair iron , June 02, 2010


Your article was wonderful, and I have share it with my friends!



Chi Flat Iron
ditulis oleh Chi Flat Iron , July 27, 2010

baidu
sina




Tulis komentar
smaller | bigger
 

busy
 

Profil Tokoh

Left direction
Right direction

Anggota Ikapi Dki

  • LINK

  • Kutipan PBJ

 

 

Kalau ada Jak Jazz dan Jak Mania, mengapa tidak memungkinkan muncul nama Jak Books pada pesta buku tahun berikutnya
Fauzi Bowo, Gubernur provinsi DKI Jakarta dalam sambutannya di acara Pesta Buku Jakarta, Istora GBK Senayan Jakarta (28/6).
 
Read more text

Souvenir PBJ

images/resized/images/stories//demo/sam-01_80_61.jpgimages/resized/images/stories//demo/sam-02_80_61.jpgimages/resized/images/stories//demo/sam-03_80_61.jpgimages/resized/images/stories//demo/sam-04_80_61.jpgimages/resized/images/stories//demo/sam-05_80_61.jpgimages/resized/images/stories//demo/sam-06_80_61.jpg

Jajak Pendapat

Apa Tanggapan Anda Tentang PBJ?